Penyedia Produk Baja : Besi Beton, Wiremesh, Profile, Jasa Konstruksi, Desain Struktur, Artikel Arsitektur

Pendukung Struktur Jembatan

Pendukung struktur jembatan tidak hanya terdiri dari elemen utama seperti gelagar atau lantai jembatan, tetapi juga mencakup komponen lain seperti bantalan (bearing/shoes), sambungan muai, pagar pengarah, sistem drainase, serta dinding peredam suara. Meskipun ukurannya relatif kecil, setiap elemen memiliki peran penting dalam menunjang fungsi jembatan. Saluran drainase berfungsi mengalirkan air hujan dan membersihkan kotoran. Pagar pengarah dan pencahayaan turut meningkatkan nilai estetika jembatan agar selaras dengan fungsi utamanya. Sementara itu, dinding peredam suara meskipun dapat mengurangi keindahan visual, tetap diperlukan terutama di kawasan perkotaan untuk meredam kebisingan lalu lintas di sekitar area permukiman.

Penahan (struktur jembatan)

Penahan (bearing/shoes) berfungsi menopang superstruktur seperti gelagar utama, rangka batang, atau pelengkung, sekaligus meneruskan beban ke substruktur berupa abutmen atau penopang tengah. Komponen ini menjadi penghubung antara bagian atas dan bawah jembatan serta memikul seluruh berat superstruktur. Penahan dirancang untuk menahan gaya reaksi sesuai kondisi jepit atau sendi. Pada penahan sendi, pergerakan dapat diizinkan atau dibatasi, baik dalam arah horizontal maupun tanpa reaksi horizontal. Besarnya pergerakan horizontal ditentukan melalui perhitungan pemanjangan akibat perubahan suhu.

Pada peristiwa gempa Kobe tahun 1995 di Jepang, banyak ditemukan kegagalan penahan akibat konsentrasi tegangan yang menjadi titik lemah jembatan. Oleh karena itu, penahan berperan penting sebagai sistem pengaman untuk melindungi bagian vital jembatan, meskipun terdapat risiko pergerakan naik-turun superstruktur. Sambungan antara gelagar dengan gelagar atau gelagar dengan abutmen sangat membantu mencegah runtuhnya gelagar saat terjadi gempa besar.

Beberapa jenis penahan dijelaskan sebagai berikut:

 Jenis-jenis Penahan

Penahan garis
Merupakan garis penghubung antara pelat atas dan permukaan alas putar yang memungkinkan terjadinya putaran seperti dorongan. Jenis ini umumnya digunakan pada jembatan berukuran kecil.

Penahan plat
Penahan plat memiliki permukaan atas yang datar untuk memungkinkan pergeseran, sedangkan permukaan bawah berbentuk bola yang memungkinkan rotasi. Plat penahan ditempatkan di antara sepatu atas dan sepatu bawah.

Penahan jepit dengan paku
Pada tipe ini, sebuah paku dipasang di antara sepatu atas dan bawah sehingga memungkinkan terjadinya putaran, namun membatasi pergerakan dalam arah memanjang.

Penahan roll
Pergerakan lateral tidak dikontrol secara langsung, melainkan menggunakan satu atau beberapa rol, baik pada penahan sendi maupun penahan berbentuk bola (spherical bearing).

Penahan spherical (Penahan pivot)
Memiliki permukaan bola cembung dan cekung yang memungkinkan rotasi ke segala arah tanpa pergerakan lateral. Terdapat dua tipe, yaitu sambungan titik untuk perbedaan rotasi besar dan sambungan bidang untuk perbedaan rotasi kecil.

Penahan pendel
Jenis ini menggunakan sambungan titik (eye bar) yang menghubungkan superstruktur dan substruktur dengan pin pada setiap ujungnya. Pergerakan memanjang dimungkinkan melalui kemiringan sambungan titik, sehingga jarak antar pin harus dirancang dengan cermat. Penahan ini digunakan untuk menyediakan reaksi negatif pada jembatan cable-stayed dan tidak memberikan ketahanan terhadap gaya melintang.

Penahan angin
Penahan ini berfungsi memberikan ketahanan terhadap gaya angin dalam arah melintang dan sering dipadukan dengan penahan pendel.

Penahan elastomeric
Penahan elastomeric atau karet memiliki sifat fleksibel yang memungkinkan terjadinya rotasi serta pergerakan horizontal. Lembaran karet yang diperkuat dengan pelat baja di antaranya mampu menahan beban tekan vertikal sekaligus tetap lentur terhadap gaya geser horizontal. Fleksibilitas ini dapat menyerap energi gempa secara horizontal sehingga cocok untuk daerah rawan gempa. Sejak gempa Kobe tahun 1995, penggunaan penahan elastomeric semakin meluas, meskipun efektivitasnya dalam menahan gaya vertikal tanpa menimbulkan kerusakan masih terus dikaji. 

Penahan Elastomeric

 

Penahan isolasi seismic
Beragam jenis penahan isolasi gempa tersedia, seperti isolator elastomeric dan isolator geser (sliding). Jika dipasang pada penopang tengah dan abutmen, penahan ini berfungsi menahan beban vertikal akibat gravitasi sekaligus mengisolasi beban lateral akibat gempa. Prinsip utama isolasi adalah mengubah mode getaran dasar struktur sehingga respons terhadap gempa dapat dikurangi. Namun, pengurangan gaya gempa ini biasanya diikuti oleh peningkatan kebutuhan ruang gerak yang harus diakomodasi oleh sistem isolasi dan struktur di sekitarnya.

Pemilihan jenis penahan ditentukan berdasarkan ukuran jembatan serta perkiraan besar kecilnya gaya reaksi, baik yang bekerja ke atas maupun ke bawah.

Sambungan Ekspansi



(a) blind slit type; (b) slit plate type; (c) angle joint type; (d) postfitting butt type; (e) rubber joint type; (f) steel covered type; (g) steel finger type (cantilevered); dan (h) steel finger type (supported) 

 

Sambungan ekspansi, seperti yang ditunjukkan pada Gambar di atas, dirancang agar jembatan dapat menyesuaikan perubahan panjang akibat variasi suhu maupun deformasi yang ditimbulkan oleh beban luar. Perencanaan sambungan ini disesuaikan dengan besarnya pemuaian serta jenis material, sebagaimana klasifikasi pada gambar terkait. Sambungan berbahan baja merupakan jenis yang paling banyak digunakan. Namun, kerusakan sering terjadi pada pertemuan antara baja dan pelat beton, sehingga menimbulkan hentakan yang terasa oleh pengendara saat melintas. Untuk mengurangi masalah tersebut, pada konstruksi jembatan modern digunakan sambungan berbahan karet di permukaan jalan agar peralihan menjadi lebih mulus. Sambungan ekspansi lebih banyak diterapkan pada gelagar menerus dibandingkan pada gelagar sederhana.

 

Pagar Terali dan Trotoar

Pagar terali pengarah dipasang untuk menjamin keselamatan kendaraan dan pejalan kaki agar tidak terjatuh dari jembatan. Selain itu, pagar ini dapat berfungsi sebagai pegangan tangan bagi pejalan kaki, pembatas yang kuat bagi kendaraan, atau kombinasi keduanya. Material pagar dapat berupa beton, baja, maupun aluminium, dan penempatannya dibuat mencolok agar mudah terlihat. Perlu dipahami bahwa fungsi pagar tidak hanya membatasi lalu lintas pada jalurnya, tetapi juga berperan dalam meningkatkan nilai estetika jembatan.

Tiang sandaran merupakan bagian pelengkap jembatan yang berfungsi mendukung keselamatan sekaligus menambah kekakuan struktur. Keberadaan trotoar bersifat opsional sesuai dengan perencanaan. Pada umumnya, lebar minimum trotoar dirancang untuk memungkinkan dua orang berpapasan, yaitu sekitar 100–150 cm. Tinggi tiang sandaran biasanya sekitar 90–100 cm diukur dari permukaan trotoar, sedangkan trotoar dibuat lebih tinggi sekitar 20–25 cm dibandingkan lantai jembatan.

 

Jalan (Pavement)

Lapisan jalan pada geladak berfungsi menyediakan permukaan yang rata dan nyaman untuk kendaraan, sekaligus mencegah air hujan meresap ke struktur beton maupun geladak baja di bawahnya. Untuk itu, diperlukan lapisan kedap air yang ditempatkan di antara permukaan jalan dan geladak. Aspal merupakan material yang paling umum digunakan sebagai pelapis jembatan jalan raya, dengan ketebalan sekitar 5–10 cm untuk jalur kendaraan dan 2–3 cm pada area pejalan kaki.

Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah keberadaan saluran atau pipa drainase pada jembatan, yang berfungsi mengalirkan air yang menggenang di permukaan, terutama apabila lantai jembatan dilengkapi dengan lapisan aus.

 

Selengkapnya : Teknik Bangunan dan Struktur


Dipost Oleh: Pada:

Posting Komentar

-